Tak Pernah Jeda

Bidadari, mengapa tak pernah jeda diriku memikirkanmu?

Ku melihat di langit sana, namamu dalam catatan takdirku
berharap kelak Tuhan tak mengubah nama itu
terlalu dalam pena takdir menulis namamu
dalam catatan takdirku

Semoga Tuhan tidak sedang bercanda
ketika menuliskan namamu dalam namaku
kita laksana satu jiwa dalam dua jasad yang berbeda
bersatu kelak kita dalam alam mayapada

Bidadari,
tak pernah jeda diriku memikirkanmu
sehasta, sedepa, selangkah, selari, secahaya
kau ada dalam ulu hati
menjadi rusukku

Bidadari,
namamu begitu menggangguku
melukis ia tak pernah berhenti
bahkan darahku telah tertulis namamu

Incoming search terms:

  • gajah sange

Tulisan lain:

Tags: ,

Ada 7 komentar di “Tak Pernah Jeda”

  1. Aulia 28 March 2009 at 5:08 pm #

    lagi-lagi si beben berpuisi untuk bidadarinya…

  2. rajak 28 March 2009 at 9:18 pm #

    wooo…..paten bro,…..
    terus berkreatifitas ya.. sampai nafas terakhir,,
    salam kenal dari rajak…

  3. irw 29 March 2009 at 1:35 am #

    Maukah kau sujud pada Tuhan
    tanpa surga
    tanpa neraka
    tanpa bidadari…
    yang menjadi hayalah tiap manusia
    dst…..
    dst…..
    dst…..
    lanjut sendiri ah…..

  4. fesa 29 March 2009 at 1:41 am #

    wah mantap dah saatnya di bukukan siapa tau laris he he

  5. Pozan 29 March 2009 at 4:29 pm #

    Hom hai…

  6. ijal 29 March 2009 at 7:25 pm #

    pengen ketawa..

    macam betol aja..

    piss ben :p

  7. ka 1 April 2009 at 12:49 pm #

    “Bidadari,
    namamu begitu menggangguku
    melukis ia tak pernah berhenti
    bahkan darahku telah tertulis namamu”:

    Nah lom.. Sapa lagi ni??

    Aq, ya..

    Hehehehe…

    :)
    Peace!!

Tinggalkan komentar donk

 

Switch to our mobile site


78 queries in 0.647 seconds.