Suara Yang Tertahan

Andai kita mampu jujur sesama kita, bahwa kebosanan bukanlah suatu aib. Andai aku, mereka, dia, dan mungkin kamu bisa saling jujur antara sesama kita. Tentang rasa bosan dan penat di antara kita, dan kita mencoba saling terbuka tentang rasa bosan itu. Dan tak perlulah rasa sakit hati mendarah di dalam dada ketika kita tahu bahwa ternyata kitalah yang menjadi obyek rasa bosan tersebut.

Minggu Terburuk Dalam Sejarah

Aku punya satu kelemahan jika tidak ingin dikatakan penyakit. Aku akan selalu mengantuk jika aku bangun sebelum subuh. Hatta walau aku sudah tidur 50 jam lebih, aku akan tetap mengantuk. Celakanya, hari ini aku bangun pukul 4 pagi, aku juga shalat subuh di mesjid. Otomatis, paginya aku mulai mengantuk lagi. Ada dua agenda walau aku […]

Telkomsel Poin Mengecewakan

Sudah hampir 6 x 24 jam poin yang aku tukarkan tidak masuk-masuk. Entah sudah berapa kali aku menghubungi operator / customer service dan berujung kepada kekecewaan. Mereka memintaku bersabar namun dengan intonasi yang menekan seperti marah. Walau tidak ada bentakan. Sangat tidak menyenangkan. Dari tanggal awal Desember aku menukarkan poin, dan ketika sudah 3 x […]

No 34, Aku, dan Pak Bos, juga Sang Nama

Aku kesal dengan Pak Bos. Aku ungkapkan hal itu kepadanya. Kadang, dalam sebuah organisasi kita harus menjadi terang-terangan, jangan ditahan-tahan. Karena yang kita butuhkan adalah transparansi agar semuanya jelas dan masing-masing lebih mengerti agar tercipta suasana yang kondusif. Pak Bos membuat aku kehilangan 1 kali Jamaah hari itu. Aku sudah berkali-kali telepon dia, kadang sms, […]