Rahasia Di Ujung Lidah

Aku rasa bidadari ketiga tahu bahwa aku mencintai dirinya, namun aku tetap memilih diam. Dan terkadang aku merasa dia juga menyukai diriku, dan dia juga diam.

Hampir setiap malam, melihat namanya, demamku menjadi kumat. Rinduku seperti tak tertahan, namun aku mencoba bertahan. Terkadang, jika rindu itu meletus, aku pun menyapanya. Kadang, aku harus menunggu untuk sebuah jawaban, dan aku menikmati fase tersebut.

Rahasia di ujung lidah. Ingin aku katakan, namun selalu aku tahan. Aku masih percaya, ada saat yang tepat nanti ketika semuanya tersingkap.

Tetapi ada satu ketakutan dalam diriku. Jikalah dia menjadi pergi, akibat ketiadatahuan betapa namanya bertalu-talu di dalam hatiku. Saban malam, di keheningan malam, ingatan-ingatan tentangnya menjalari sarap pikirku.

Jikalah aku boleh berkehendak, aku ingin dia ikut merasakan apa yang aku rasakan. Perasaan demam ketika namanya disebutkan, perasaan gila ketika mengirim atau menerima sms-nya. Dan sejuta perasaan yang terkadang aku pun heran dibuatnya.

Kadang terbersit keinginan untuk membuang perasaan ini, namun aku telah memutuskan: aku akan menjaganya, aku akan berusaha mengendalikannya hingga waktu yang tepat itu tiba.

Incoming search terms:

  • kata kata maaf aku harus pergi
  • kata kata untuk menunggu jawaban
  • sms menunggu jawaban cinta
  • kata sms aku bertahan
  • kata ketika malam tiba
  • gambar dan kata menunggu
  • kata kata menunggu dirimu
  • kata-kata ingin memutuskan cinta
  • kata untuk menunggu jawaban cinta
  • kata-kata heran

Ada 3 komentar di “Rahasia Di Ujung Lidah”

  1. jo na 24 August 2010 at 3:48 pm #

    i’ll be out of mind and you’ll be out of ideas pretty soon..
    so let spend the afternoon in the hot cold air balloon..
    leave the jacket behind..
    lean up and touch the treetops over town..
    i can’t wait to kiss the ground wherever we touch back down..

    *sorry, numpang nyanyi*

  2. Muhammad Baiquni 24 August 2010 at 7:42 pm #

    artinya apaan tuh?

  3. jo na 24 August 2010 at 7:56 pm #

    intina mah, daripada mikirin apa yang menjadi beban pikiran saat ini mending naek balon terbang dan merasakan udara atmosfer yang dingin gitu deh. hahaha, maap ngawur

Tinggalkan komentar donk

 

Switch to our mobile site


80 queries in 0.690 seconds.