<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Jejak Setapak Menuju Langit</title>
	<atom:link href="http://baiquni.net/jejak-setapak-menuju-langit.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baiquni.net/jejak-setapak-menuju-langit.html</link>
	<description>personal blog seorang lelaki yang guanteng sekali ;)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 10:03:37 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: ijal</title>
		<link>http://baiquni.net/jejak-setapak-menuju-langit.html/comment-page-1#comment-1698</link>
		<dc:creator>ijal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 05:33:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baiquni.net/?p=511#comment-1698</guid>
		<description>berat li pertanyaannya bro..
kalo mnurut aku sih pasti butuh guru..soalnya manusia memang ga bisa belajar sndiri..dya butuh orang/makhluk lain..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>berat li pertanyaannya bro..<br />
kalo mnurut aku sih pasti butuh guru..soalnya manusia memang ga bisa belajar sndiri..dya butuh orang/makhluk lain..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: K</title>
		<link>http://baiquni.net/jejak-setapak-menuju-langit.html/comment-page-1#comment-1696</link>
		<dc:creator>K</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 14:10:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baiquni.net/?p=511#comment-1696</guid>
		<description>:)

&quot;Bagaimana engkau mampu melangkah keluar dari kotak?” Tanya lelaki suatu ketika.

Aku, pria, menjawab. “Dengan sepenuh kekuatan.” --&gt; Iya kah? Mang qe bisa??


“Bagaimana dengan atmosfir yang membalut kotak? Ketika kau pergi daripadanya, maka secepat itu radiasi angkasa akan menghantammu. Menghancurkanmu, dan melepas rangkamu dari jasad. Kau akan mati detik itu juga.” Lelaki mengingatkan. --&gt; Iya kah itu? Yang Qe piker gitu??

 
“Dan langit akan merengkuh jasadku. Jika dia murka, maka dikremasi aku dengan balutan api matahari. Atau dibekukan aku dalam dekapan pluto. Atau menjadi aku sampah diantara puing angkasa yang beterbangan.” Jawabku sekena.--&gt; Kasihan juga, ya.. Makanya, waspadalah.. Waspadalah..!! (Hhehe..)


“Maka bergegaslah engkau pria. Semoga semua yang kau idamkan itu akan tercapai. Aku tak akan mengikat tanganku lagi menahanmu. Carilah bidadari itu dan secepat itu kau menuju surga. Lantas ceritakan kelak kepada anak cucu keturunanmu, tentang betapa gilanya Tuhan menciptakan cinta.” Lelaki itu berucap dengan geraham gemeratak.

… aku setitik diam. Aku, pria, terdiam. --&gt; Jadi, kapan?? Apa qe dah siap dengan semua yang kan terjadi?? Apa pula lagi dengan &quot;Lantas ceritakan kelak kepada anak cucu keturunanmu, tentang betapa gilanya Tuhan menciptakan cinta.”??


Arahku memandang langit biru itu. Ada kerinduan keluar dari kotak bumi ini. Menikmati bebasnya langit, langit tak berbingkai. Menikmati hidup tanpa harus mengerti dualisme, tanpa meributkan segala jahat atau baik. Tanpa harus bersusah memilah, tanpa harus limpung dalam ruang abu-abu. --&gt; :-) Selamat berusaha..


(hehehe.. Giling!! Cepat selesaikan kuliahan anakku..!!)
:-))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p> <img src='http://baiquni.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8220;Bagaimana engkau mampu melangkah keluar dari kotak?” Tanya lelaki suatu ketika.</p>
<p>Aku, pria, menjawab. “Dengan sepenuh kekuatan.” &#8211;&gt; Iya kah? Mang qe bisa??</p>
<p>“Bagaimana dengan atmosfir yang membalut kotak? Ketika kau pergi daripadanya, maka secepat itu radiasi angkasa akan menghantammu. Menghancurkanmu, dan melepas rangkamu dari jasad. Kau akan mati detik itu juga.” Lelaki mengingatkan. &#8211;&gt; Iya kah itu? Yang Qe piker gitu??</p>
<p>“Dan langit akan merengkuh jasadku. Jika dia murka, maka dikremasi aku dengan balutan api matahari. Atau dibekukan aku dalam dekapan pluto. Atau menjadi aku sampah diantara puing angkasa yang beterbangan.” Jawabku sekena.&#8211;&gt; Kasihan juga, ya.. Makanya, waspadalah.. Waspadalah..!! (Hhehe..)</p>
<p>“Maka bergegaslah engkau pria. Semoga semua yang kau idamkan itu akan tercapai. Aku tak akan mengikat tanganku lagi menahanmu. Carilah bidadari itu dan secepat itu kau menuju surga. Lantas ceritakan kelak kepada anak cucu keturunanmu, tentang betapa gilanya Tuhan menciptakan cinta.” Lelaki itu berucap dengan geraham gemeratak.</p>
<p>… aku setitik diam. Aku, pria, terdiam. &#8211;&gt; Jadi, kapan?? Apa qe dah siap dengan semua yang kan terjadi?? Apa pula lagi dengan &#8220;Lantas ceritakan kelak kepada anak cucu keturunanmu, tentang betapa gilanya Tuhan menciptakan cinta.”??</p>
<p>Arahku memandang langit biru itu. Ada kerinduan keluar dari kotak bumi ini. Menikmati bebasnya langit, langit tak berbingkai. Menikmati hidup tanpa harus mengerti dualisme, tanpa meributkan segala jahat atau baik. Tanpa harus bersusah memilah, tanpa harus limpung dalam ruang abu-abu. &#8211;&gt; <img src='http://baiquni.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Selamat berusaha..</p>
<p>(hehehe.. Giling!! Cepat selesaikan kuliahan anakku..!!)<br />
 <img src='http://baiquni.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Baiquni</title>
		<link>http://baiquni.net/jejak-setapak-menuju-langit.html/comment-page-1#comment-1693</link>
		<dc:creator>Muhammad Baiquni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 07:39:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baiquni.net/?p=511#comment-1693</guid>
		<description>fi, apakah benar seseorang untuk mampu berevolusi membutuhkan guru? Bagaimana dengan self-evolution? Belajar berjalan setapak menjadi manusia Tuhan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>fi, apakah benar seseorang untuk mampu berevolusi membutuhkan guru? Bagaimana dengan self-evolution? Belajar berjalan setapak menjadi manusia Tuhan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ijal</title>
		<link>http://baiquni.net/jejak-setapak-menuju-langit.html/comment-page-1#comment-1692</link>
		<dc:creator>ijal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 05:33:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baiquni.net/?p=511#comment-1692</guid>
		<description>langit pun tak menjawab..
maka akupun bertanya pada bumi..
sehingga akan pun lebih membumi..

ntahpapa.. :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>langit pun tak menjawab..<br />
maka akupun bertanya pada bumi..<br />
sehingga akan pun lebih membumi..</p>
<p>ntahpapa.. :p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Don</title>
		<link>http://baiquni.net/jejak-setapak-menuju-langit.html/comment-page-1#comment-1687</link>
		<dc:creator>Don</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:31:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baiquni.net/?p=511#comment-1687</guid>
		<description>Be2n.. Jg trlalu mmaksakan diri tUk pgen mengajari ssorg ank manusia..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Be2n.. Jg trlalu mmaksakan diri tUk pgen mengajari ssorg ank manusia..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

