Cerita Aninditha: Lelaki Layang-layang

Bergemuruh hati, kian menerpa
Entah mengapa sayangku tak kunjung reda
Padahal jauh di pelupuk mata terpejam asa
Tertinggal mimpi-mimpi yang kian merajut
Ia menjalin makna kata demi kata
Berjalan perlahan aku mengeja namamu
Huruf demi huruf
Kutata dengan bangga
Hingga bertaut menjadi Lelaki Layang-layang
Yang pergi menghilang
Walau mengambang
Aku tetap sayang…

(Januari, untuk Ditha)

Puisi ini karya temanku Windri Septi Januarini

Tulisan lain:

Tags: , , , , , , , ,

Ada 2 komentar di “Cerita Aninditha: Lelaki Layang-layang”

  1. Muhammad Baiquni 1 August 2008 at 4:13 pm #

    hehehe… tebakan beni bener !!!

  2. adnan alayyubi 19 March 2010 at 8:01 pm #

    gak akn pernah terbayang bakal ada jiwa yg terluka dari tiap bait,baris,kalimat,kata bahkan fonemnya. andae ia tahu luka yg tertoreh dari tu semua bisa menghancurkan segalanya

Tinggalkan komentar donk

 

Switch to our mobile site


84 queries in 2.312 seconds.