Bergemuruh hati, kian menerpa
Entah mengapa sayangku tak kunjung reda
Padahal jauh di pelupuk mata terpejam asa
Tertinggal mimpi-mimpi yang kian merajut
Ia menjalin makna kata demi kata
Berjalan perlahan aku mengeja namamu
Huruf demi huruf
Kutata dengan bangga
Hingga bertaut menjadi Lelaki Layang-layang
Yang pergi menghilang
Walau mengambang
Aku tetap sayang…
(Januari, untuk Ditha)
Puisi ini karya temanku Windri Septi Januarini
Tulisan lain:


hehehe… tebakan beni bener !!!
gak akn pernah terbayang bakal ada jiwa yg terluka dari tiap bait,baris,kalimat,kata bahkan fonemnya. andae ia tahu luka yg tertoreh dari tu semua bisa menghancurkan segalanya