Archive | puisi jiwa RSS feed for this section

Tentang Pertemuan

Akulah lelaki yang tersusun dari tulang belulang / Yang satu di antaranya menghilang / Sampai engkau membawanya pulang

Baiquni bacain donkAda 4 komentar

Andai Negeriku Seperti Mereka

Puluhan Nabi diangkat dari ummat itu, Aku cemburu. Tetapi perjuangan mereka hari ini adalah bukti, :bahwa mereka memang istimewa. Aku semakin cemburu. 30 tahun ini, mereka tidak buta dan mati dalam ketakutan. Mereka merangkak perlahan, menjalin genggaman demi genggaman tangan, menjadi barisan kokoh. 30 tahun ini, mereka tidak gemetar dan gentar! Kupikir mereka kumpulan banci, [...]

Baiquni bacain donkAda 2 komentar

Jangan Takut Riya

Kutipan ini saya ambil dari buku “Mencari Mutiara di Dasar Hati“, semoga mampu menjawab jawaban rekan-rekan yang mengurangi ibadah mereka dengan alasan takut riya. Seorang pemuda pernah bertanya kepada Ustad Fathy Yakan, juru dakwah terkenal asal Jordania. “Saya gagal, putus asa, tidak sempurna dalam berbagai amal karena saya selalu dihantui perasaan riya,” kata pemuda itu. [...]

Baiquni bacain donkAda 3 komentar

Bahagia

Lama mencari arti bahagia, aku mulai mengerti satu hal. Kebahagiaan itu adalah perasaan senang ketika melihatmu bahagia. Kadang untuk melihat suatu kebahagiaan, tidak jarang air mata kita menetes. Entah karena haru, atau karena sesak. Ketika engkau memeluk ibumu di hari yang suci, ketika engkau bersujud di kakinya, engkau menemukan kebahagiaan dalam haru. Ketika itu, air [...]

Baiquni bacain donkAda 2 komentar

Irama Jantung

Jantungku deg-degan, berdetak tidak karuan tiap detak menceritakan satu hal aku dalam senyuman engkau dalam bayangan Ah, cinta andai engkau tahu betapa sederhananya aku yang tanpa mimpi, juga tanpa kreasi namun cinta itu, sumpah setulus hati. Tak bisakah engkau bayar aku selain dari senyummu terlalu manis, aku tak kuat takut nanti menjadi pahit dan cabikan [...]

Baiquni bacain donkAda 3 komentar

Switch to our mobile site


92 queries in 1.177 seconds.